|
Kajian Tafsir -
Tafsir al-Quran
|
|
Written by Abu Faizan
|
|
Tuesday, 09 December 2008 |

Al-Wahab Allah Swt & Rumah Tangga Yang Sakinah Hdh.Mirza Masroor Ahmad aba menerangkan sifat Al Wahab (The Bestower, Maha Penganugerah) Allah Swt, di dalam Khutbah Jumah beliau hari ini.Menjelaskan arti kata 'wahab' berdasarkan Kamus Bahasa Arab, Huzur bersabda, Al Wahab merujuk kepada salah satu sifat Allah Swt yang menekankan bahwa Dia adalah Zat yang suka menganugerahi dan menumbuh-kembangkan para abdi-Nya. Dengan rujukan ini, kata ‘Wahab’ memang sangat signifikan untuk dikenakan kepada Allah.Huzur bersabda, kata 'wahab' ini dapat pula dikenakan untuk manusia. Akan tetapi, Wahab yang sejati hanyalah Allah Swt, Wujud yang senantiasa menumbuh-kembangkan baik diminta ataupun tidak.Kalaulah seorang mukmin merenungkan hal ini, niscayalah ia akan menjadi saksi perwujudan sifat-Nya ini sehingga mengenali Tuhan Yang Maha Hidup yang menyantuni kita semua.Sebaliknya, mereka yang melihat kehidupan ini hanya dengan penglihatan duniawi, maka mereka pun akan melihat materi duniawi sebagai sumber segala-galanya.Huzur bersabda, Allah telah mengajari kita berbagai macam doa yang merujuk kepada sifat Al Wahab-Nya ini, yang pada Jumat ini beliau akan menerangkan satu aspek daripadanya; yang pada pokoknya agar kaum mukminin memperhatikan kewajiban mereka terhadap anak keturunan mereka, mendoakan pasangan hidup mereka dan anak cucu mereka, sehingga akhlakul karimah dan amalan shalihan mereka dapat berlanjut terus dari satu generasi ke generasi berikutnya.Selanjutnya Huzur membacakan ayat 75 Surah Al Furqan (15:75),
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
yang terjemahannya sebagai berikut: “Dan mereka yang berkata, 'Ya Tuhan kami, anugerahilah kami istri-istri dan anak keturunan yang dapat menjadi penyejuk mata kami; dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang muttaqin.”
|
|
Read more...
|
|
Islam Kita -
Islam Toleran
|
|
Written by Abu Faizan
|
|
Tuesday, 25 November 2008 |
|
Sifat Ar-Razzaq dan Krisis Ekonomi Global Ringkasan Khutbah Jumat Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at, the Head of the Ahmadiyya Muslim Community October 31 st, 2008 NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this Synopsis of the Friday Sermon
-أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ -فَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ ذَلِكَ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ -وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ -اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
(ar-Ruum[30]:38-41)
- Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman. - Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung. - Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya). - Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan. (ar-Ruum[30]:38-41)
|
|
Last Updated ( Tuesday, 25 November 2008 )
|
|
Read more...
|
|
Islam Kita -
Islam Toleran
|
|
Written by Abu Faizan
|
|
Tuesday, 25 November 2008 |
|
Imam Jemaat Muslim Ahmadiyah Menyampaikan Pidato Bersejarah di Depan Parlemen Inggris
Perayaan se-abad Khilafat Ahmadiyah berlanjut ketika anggota-anggota Parlemen melaksanakan acara peringatan di Westminster
Dalam suatu peristiwa bersejarah di Parlemen Inggris, Pemimpin tertinggi Jamaat Muslim Ahmadiyah, Hdh. Mirza Masroor Ahmad aba telah diundang untuk menyampakan pidato kepada sejumlah pejabat-pejabat senior pemerintah, anggota senior Parlemen dan para Duta Besar ketika anggota Parlemen (MP) Justine Greening mengadakan resepsi untuk merayakan se-abad Khilafat Ahmadiyah, yang merupakan system kepemimpinan kerohanian yang menyatukan seluruh orang-orang ahmadi di dunia.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 26 November 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Islam Kita -
Islam Toleran
|
|
Written by Abu Faizan
|
|
Wednesday, 29 October 2008 |
(Laskar Pelangi Dan Ahmadiyah)www.zuhairimisrawi.wordpress.com
Laskar Pelangi dan “The Power of Hope”
October 28, 2008 by zuhairi misrawi
Sabtu pagi, 25 Oktober, saya dan keluarga menghadiri halal bihalal yang dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan team kreatif program talk show “Konkow Bersama Gus Dur”. Di tengah derasnya arus kelompok yang menghendaki pembubaran JAI dari bumi pertiwi ini, tetapi acara tersebut menyuratkan sebuah harapan dari sejumlah anak bangsa yang mempunyai kepedulian terhadap hak-hak kelompok minoritas. Kesimpulan saya, negara ini masih ada. Pancasila dan UUD 1945 masih menjadi rujukan kita dalam berbangsa dan bernegara. Setidaknya saya dan kawan-kawan tidak setuju dengan ide pembubaran JAI, karena mereka selama ini menjadi warga negara yang baik dan mempunyai hak hidup di bumi tercinta ini.
|
|
Last Updated ( Monday, 03 November 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Islam Kita -
Islam Toleran
|
|
Written by Abu Faizan
|
|
Sunday, 31 August 2008 |
Praktek Puasa Rasulullah SAW
Oleh : Muh Idris Allah SWT di dalam al-Quran mewajibkan kepada umat Islam untuk berpuasa ketika memasuki bulan Ramadhan. Perintah ini dalam redaksi kalimatnya ditujukan kepada setiap orang yang beriman. Oleh karena itu maksud dan tujuan utama untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadhan adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 03 September 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Islam Kita -
Islam Toleran
|
|
Written by Abu Faizan
|
|
Thursday, 28 August 2008 |
Seorang Zuhud yang Diuji
Alkisah di negeri antah berantah ada seorang yang sangat zuhud dan terkenal sangat tawakal. Hari demi hari dihabiskannya hanya untuk beribadah kepada Tuhan dan keyakinannya terhadap kekuasaan Tuhan begitu tingginya sehingga setiap waktu dia selalu membasahi bibirnya denga berdzikir kepada Tuhan. Tapi apakah orang yang demikian tidak lagi mendapat ujian dari Tuhan? Justru karena tingkat keimanan dan ketakwaanya yang sudah sedemikian rupa maka Tuhan pun mengujinya dengan ujian keimanan yang lebih berat lagi tapi sebagai hasilnya kalau dia lulus maka Tuhan pun akan mengangkat derajat keimanan dan ketakwaannya di sisi-Nya.
|
|
Read more...
|
|
|
|